Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

STIGMA pada ODHA

STIGMA MASYARAKAT TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS KELOMPOK 3 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA 2018-2019 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat  Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah. Tugas ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan HIV-AIDS Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun memohon kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 2 Tujuan 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Stigma Masyarakat Bila Berhadapan Dengan ODHA 4 2.2 Pengaruh Sikap Seseorang Terhadap ODHA Berdasarkan Pendidikannya 4 2.3 Peran Keluarga...

Prinsip Hidup dengan ODHA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hidup dengan ODHA selama ini selalu digambarkan dengan sebuah kondisi yang sulit untuk dikendalikan oleh kebanyakan orang namun pada kenyataanya hal ini merupakan cara yang mudah untuk dilakukan. Hidup dengan ODHA artinya menghilangkan segala batasan antara pasien dengan orang yang merawatnya, jika hal ini dilakukan dapat membantu pasien HIV untuk bangkit dari keterpurukan yang dialaminya. AIDS pada ODHA dapat ditekan apabila tubuh ODHA sehat, dan kesehatan ini secara langsung juga dipengaruhi oleh mental ODHA. Terus terang saja, Odha memang menarik. Odha direndahkan tapi diminati karena adagunanya. Orang mencibir padanya, tetapi tetap berusaha mengintip.Infeksi   HIV  (Human  Immunodeficiency   Virus)   maupun   status   AIDS  (AquirredImmunodeficiency  Syndrome)   dapat  menimbulkan   dampak yang  kompleks   terhadapaspek  bio-psik...

Family Center bersama ODHA

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Jumlah infeksi HIV/AIDS terus bertambah diseluruh dunia, kasusnya terus meningkat sampai 100 kali lipat sejak pertama kali ditemu-kan dan menyebar paling sedikit 166 negara di-dunia (Figueroa et al., 2008). HIV/AIDS sudah merupakan global e!ect dengan kecepatan pe-nularan penyebaran yang sangat pesat 1 menit 5 orang tertular di seluruh dunia (Hawari, 2006; Waning et al., 2009). Menurut Vrisaba (2001), angka penularan HIV di benua Asia cukup tinggi, yakni 2000 sampai 3000 per hari, berarti dalam setahun. Penderita HIV akan bertambah lagi antara 700.000 sampai 1.000.000 orang. Sedangkan di Asia Tenggara jumlah penderita AIDS mencapai 4,6 juta orang dengan tingkat kematian anak sebesar 330-590 ribu dengan penambahan penderita baru sebesar 11,1 juta orang (Suyono, 2006). Infeksi HIV di Indonesia sudah meru-pakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian dan pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS semakin meroket. Menurut data Departemen Kesehatan RI, ka...